Mengenal Proses Pirolisis Batok Kelapa: Dari Limbah Jadi Arang Premium
EdukasiFebruary 10, 2026·5 menit

Mengenal Proses Pirolisis Batok Kelapa: Dari Limbah Jadi Arang Premium

Pirolisis adalah proses kimia yang mengubah batok kelapa menjadi arang premium. Pelajari tahapannya dari bahan baku, suhu, hingga kontrol kualitas yang dilakukan ABRA BRIK.

by ABRA BRIK Team

Pirolisis (dari bahasa Yunani: pyr = api, lysis = pemecahan) adalah proses dekomposisi termal biomassa pada suhu tinggi dalam kondisi sangat minim atau tanpa oksigen.

Mengapa Batok Kelapa Ideal untuk Pirolisis?

Batok kelapa (coconut shell/endocarp) memiliki:

  • Kandungan karbon tinggi: 45–50% fixed carbon
  • Lignin tinggi: menghasilkan karbon yang keras dan stabil
  • Kadar abu rendah: menghasilkan arang bersih
  • Struktur seragam: hasil akhir konsisten

Tahapan Proses Pirolisis ABRA BRIK

1. Seleksi Bahan Baku

Batok kelapa tua dipilih secara manual — bebas dari sabut, kotoran, dan kelapa muda yang masih basah.

2. Pengeringan (Drying)

Batok dikeringkan hingga kadar air < 15% menggunakan oven pengering biomassa. Proses: 4–8 jam.

3. Pembakaran Pirolisis

Batok dimasukkan ke tungku pirolisis dan dipanaskan pada suhu 400–600°C selama 6–12 jam.

4. Pendinginan

Arang didinginkan dalam kondisi tertutup selama 12–24 jam untuk mencegah reaksi dengan oksigen (karbonisasi ulang/kebakaran).

5. Sortasi & QC

Arang disortir berdasarkan ukuran dan dilakukan pengujian kalori, kadar air, dan kadar abu.

Output Pirolisis

Dari 1 ton batok kelapa kering, dihasilkan:

  • 250–350 kg arang (tergantung suhu dan bahan baku)
  • Tar biomassa (bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar)
  • Gas pirolisis (digunakan kembali sebagai bahan bakar tungku)

ABRA BRIK beroperasi di 3 lokasi burning station dengan kapasitas total 150 ton/bulan.

Interested in our products?

Chat with us on WhatsApp for pricing, samples, and availability.

Chat via WhatsApp
Back to Blog
WhatsApp